Foto by google

Jakarta – sejumlah wilayah di Indonesia sedang mengalami fenomena cuaca yang ekstrem akibat dampak dari La Nina. Lalu, Apa itu La Nina? Apa dampak yang ditimbulkan dari fenomena ini? Simak penjelasan berikut ini.

        Menurut BMKG, La Nina adalah fenomena yang berkebalikan dengan El Nino. Ketika La Nina terjadi, suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah mengalami pendinginan di bawah kondisi pada umumnya. Fenomena ini mengakibatkan curah hujan yang cukup tinggi di wilayah Indonesia.

        Fenomena ini terjadi karena hembusan angin yang kuat meniup air hangat permukaan laut dari Amerika Selatan melewati Pasifik menuju wilayah Indonesia. Oleh karena itu, fenomena ini disebut juga sebagai fase dingin dari pola cuaca El-Nino. Merupakan kebalikan dari pola El-Nino. Fenomena ini biasanya terjadi selama lima bulan.

        Dampak utama dari La Nina ini untuk Indonesia adalah peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia di wilayah tengah dan timur Indonesia sebagai akibat dari penghangatan suhu permukaan laut di wilayah perairan Indonesia. Selain itu musim hujan di Indonesia datang lebih awal dan lebih lama. La Nina juga meningkatkan potensi bencana Hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.

        Hal ini dibuktikan dengan adanya sedikit pergeseran tanah di beberapa wilayah Indonesia. Wilayah tersebut seperti Pulau Sumatera bagian barat, Kalimantan Timur bagian tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat bagian timur, Jawa bagian barat dan selatan dan Kalimantan Tengah bagian tengah.

        Mengingat  fenomena La Nina yang masih akan terjadi, untuk kalian yang sedang beraktifitas tetap waspada dan selalu jaga kesehatan tubuh masing-masing. (Nuriyah Nofasari/Politeknik Negeri Jakarta)