Foto
by google
Anak pertama adalah anak yang menjadi contoh untuk adik-adik nya. Apapun yang dilakukan anak pertama akan menjadi contoh untuk adik nya. Sejak kecil, ia selalu diajarkan oleh orang tua untuk tumbuh lebih cepat, bertanggung jawab dan mandiri.
Aku adalah anak pertama. Aku mempunyai satu adik. Dari kecil, aku diajarkan untuk mandiri, bertanggung jawab dan rajin dalam belajar maupun bersekolah. Aku juga diajarkan untuk menjadi anak yang pantang menyerah dalam menghadapi cobaan.
Dalam bersekolah aku dituntut untuk mendapatkan sekolah negeri, supaya aku bisa menjadi contoh untuk adik ku dan meringankan beban orang tua. Dituntut untuk bisa semuanya dengan tangan sendiri dan kemana-mana seorang diri. Semua itu, dapat mengajariku agar lebih dewasa.
Untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi, aku dituntut untuk mendapatkan universitas/politeknik negeri dan aku harus mendapatkan beasiswa untuk meringankan beban orang tua ku dalam membiayai pendidikan ku. Semua itu mempunyai alasan, karena orang tua ku masih harus membiayai sekolah adik ku dan aku menjadi contoh adik ku kelak. Agar ia dapat termotivasi untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Selain menjadi contoh untuk adik ku, aku pun harus siap membantu adik ku. Seperti, membantu mengerjakan PR, dan segala tugas sekolah nya.
Kadang aku berandai-andai bagaimana rasanya menjadi anak kedua atau anak ketiga dan tidak menjadi anak pertama. Ingin rasanya aku bermanja-manja dan melepaskan tanggung jawab menjadi anak pertama. Namun, semua itu tidak bisa aku lakukan. Tetap saja, aku adalah anak tertua di keluarga ku.
Namun, aku bersyukur bisa menjadi anak tertua di dalam keluarga. Aku bisa belajar menjadi anak yang bertanggung jawab, mandiri dan terbiasa melakukan sesuatu dengan tangan sendiri. Dan menjadikan itu semua bekal untuk menjadi tangguh dan menjalani hari-hari ku ke depan nanti. (Nuriyah Nofasari/ Politeknik Negeri Jakarta).
Tulisan ini telah dimuat di kumparan.com pada tanggal 11 Mei 2020 https://kumparan.com/nuriyah-nofasari/perjuangan-anak-pertama-1tOPgMLqBz0/full
23 Komentar
Hi, anak pertama. Semoga jiwa dan ragamu selalu dikuatkan! SEMANGATT!
BalasHapusSemangat terus anak pertama, aku yakin kamu kuat kok
BalasHapusPengalaman luar biasa bisa manjadi seorang kakak. Amanah tidak pernah salah pundak. Terimakasih informasinya
BalasHapussemangat untuk kalian anak pertama, tanggung jawabnya emang berat, kuatkan pundaknya yuk.
BalasHapus-dari aku anak satu-satunya
Benerr bgt aku jg anak pertama harus jd contoh buat adik2ku
BalasHapusAnak pertama kuat-kuat kok
BalasHapusanak pertama apalagi perempuan harus sekuat baja, semangat hyung
BalasHapusWahh, samaaa nihh akuu jugaa anakk pertamaa, tetapp do the bestt yahh 🤗🤗
BalasHapusAnak pertama dimana² katanya hatinya harus sekuat batu karang dan tekatnya darus setebal baja
BalasHapusWah kak beberapa relate banget nih.. apalagi buat saya yang anak semata wayang (satu-satunya)..
BalasHapussangat bisa relate karena sama-sama anak pertama wkwk
BalasHapusSemangat anak pertama semoga bisa membanggakan!
BalasHapusMungkin kamu tidak memilih untuk menjadi seorang anak sulung. Tapi kamu tahu, Tuhan tidak pernah salah dalam memutuskan sesuatu. Dan juga ada banyak harapan yang disematkan dalam pundakmu, namun jangan lupa beri waktu untuk sedikit beristirahat
BalasHapusSemangat anak pertama! Beri contoh untuk adikadikmu eaps
BalasHapusAnak pertama memang spesial!!!
BalasHapussemangat ya
BalasHapusuyyy, sebagai sesama anak pertama aku cuma mau bilang semangat menjadi kuat dan punya kebesaran hati!
BalasHapusrelatable banget sih 😌
BalasHapussehat dan semangat terus anak pertama,
BalasHapusTerus jd kaka yang bisa bawa pengaruh baik ke adik dan keluarga
BalasHapusSemangatt anak pertama :)
BalasHapusBener bangett
BalasHapussemangatttt
BalasHapus